Pesona Semarang Night Carnival 2017 Sampai ke Ibu Kota, Jakarta

Semarang kali ini berbeda, ia lebih manis tidak seperti biasanya.

Ini kali kedua gue berkunjung ke kota Lunpia itu.

Tapi rasanya beda lebih seru, entah karena gue dapet temen super baik buat explore Semarang, atau karena gue dapet approval si bos buat extend 3 hari atau karena tiket pesawat gue gratis dari kantor haha

Terlalu banyak kemungkinan.

Tapi yang jelas, yang bikin Semarang kali ini beda dan spesial banget itu karena ada Semarang Night Carnival 2017.

Gue tiba di Semarang tanggal 02 Mei 2017, kebetulan banget di hari itu Semarang ulang tahun yang ke-470.

Terus gue diutus buat kerja di tanggal 03-04 Mei-nya dan di tengah kerjaan yang lagi banyak-banyaknya, skripsi yang belom kelar, seminar aja belom, gue minta extend 3 hari di sana 😂

So, gue stay 3 hari mulai tanggal 05-07 Mei 2017.

Di tanggal 06 Mei, gue diajak Masvay, temen sekaligus guide gue di Semarang buat nonton Semarang Night Carnival 2017.

Katanya gue hoki, pas ke sana pas lagi ada acara. Ini lebih dari hoki sih, gue suka terjebak di dalam keramaian event Semarang waktu itu.

Semarang Night Carnival 2017

Sore sebelum Semarang Night Carnival 2017 dimulai

Semarang Night Carnival 2017

Dekorasi payung dan persiapan acara

Semarang Night Carnival 2017

Pembukaan acara Semarang Night Carnival 2017

Pembukaan Semarang Night Carnival 2017 ini diadakan di Titik Nol Kilometer Semarang atau tepat di depan Gedung Keuangan Negara pukul 19.30 WIB. Acaranya meleset setengah jam dari jadwal.

Ini tahun ke-7 Semarang Night Carnival (atau disingkat SNC) diadakan dan spesial tahun ini, SNC mengangkat tema Paras Semarang.

Ada 400 peserta yang tampil dan berjalan kaki mulai dari Titik Nol Kilometer sampai ke Gedung Lawang Sewu yang jaraknya sekitar 1,3 km. Para peserta mengenakan kostum menarik dengan konsep empat defile kostum yaitu Burung Blekok, Kembang Sepatu, Kuliner dan Lampion.

#Fakta WOW

Para peserta defile mengenakan kostum menarik yang beratnya mulai dari 5 kg hingga 25 kg.

Mereka cantik, kuat secara fisik dan penuh dengan persiapan, sebelum acara Semarang Night Carnival 2017 dimulai mereka sudah lebih dulu latihan dan mengadakan gladi bersih. Eh iya, buat make up di hari Sabtu itu aja, mereka udah ada yang ready dari jam 2 siang lho!

Event Semarang super meriah ini gak cuma dihadiri warga sekitar aja, tapi juga ada peserta luar kota seperti dari Sawahlunto, Jember, Jepara, dan Kendal. Sedangkan dari luar negeri ada peserta dari beberapa negara Asia seperti Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Sri Lanka.

Kementrian pariwisata juga mengundang beberapa blogger dari luar kota seperti blogger dari Jakarta, Bandung dan Makassar. Sampai akhirnya gue ketemu Daeng Ipul, blogger senior asal Makassar.

Semarang Night Carnival 2017

Daeng Ipul dan gue

Acara dibuka dengan iringan lagu dari penyanyi di atas panggung, gue menyayangkan aja sih walau ini acara nasional tapi tetep ada beberapa lagu internasional yang dibawain 😅

Lalu ada sambutan dari Bapak Walikota Semarang, yang dilanjutkan dengan penampilan drumband Canka Lokananta dari Akademi Militer (Akmil).

Semarang Night Carnival 2017

Pembukaan acara setelah sambutan dari Walikota Semarang

Semarang Night Carnival 2017

Deretan Penampilan Drumband

Semarang Night Carnival 2017

Penampilan Drumband Canka Lokananta

Setelah penampilan drumband selesai, parade defile dimulai.

Penampilan pertama dimulai oleh defile Burung Blekok.

Gue sendiri pernah liat langsung burung yang jadi icon-nya Semarang ini waktu perjalanan dari Semarang ke Yogyakarta pas gue lewat depan komplek TNI Srondol. Warna burungnya putih, paruh, leher dan kakinya cukup panjang. Cantik, cuma susah dipegang karena mereka hidup di atas ranting pohon.

Burung Blekok (atau dikenal burung kuntul) dinilai dapat merepresentasikan kearifan kehidupan lokal dan budaya Semarang.

Terus dilanjutkan dengan defile Kembang Sepatu.

Defile Kembang Sepatu adalah defile yang paling gue suka, selain karena mereka cantik tetapi juga karena warnanya menarik. Warna merah dan hijau mendominasi kostum mereka, ditambah lagi mereka murah senyum. Ah, gue demen banget deh.

Semarang Night Carnival 2017

Defile Burung Blekok

Semarang Night Carnival 2017

Defile Kembang Sepatu

Setelah defile Kembang Sepatu, saatnya defile Kuliner yang unjuk gigi.

Peserta defile mengenakan kostum dengan ornamen kuliner khas Semarang seperti Bandeng Presto, Lunpia, Kue Ganjel Rel, Lontong Cap Go Meh, sampai Wingko Babat.

Defile kuliner ini melambangkan akulturasi cita rasa dari budaya Cina, Jawa dan Arab. Tapi, semua semua ornamen itu enggak beneran jadi enggak bisa dimakan 😂

Dan yang terakhir tampil adalah defile Lampion yang melambangkan budaya Cina yang sangat kuat di Semarang. Selain karena sering muncul di daerah pecinan Semarang, lampion sendiri sudah dikenal di Semarang sejak 1942 dengan nama dian kurung. Dulu Lampion digunakan oleh santri untuk dijadikan sumber penerangan saat menuju ke masjid malam hari.

Semarang Night Carnival 2017

Defile Kuliner

Semarang Night Carnival 2017

Defile Lampion

Kemeriahan acara gak berenti sampai di situ aja, ada penampilan cantik dari kota Sawahlunto yang tampil menggunakan kostum menyerupai bunga matahari.

Semarang Night Carnival 2017

Peserta cantik dari Sawahlunto

Semarang Night Carnival 2017

Penampilan Peserta Sawahlunto

Dan lebih serunya lagi, peserta dari Negara tetangga juga ikut memeriahkan Semarang Night Carnival 2017.

Semarang Night Carnival 2017

Penampilan Peserta dari Taiwan

Semarang Night Carnival 2017

Penampilan Peserta dari Sri Lanka

Semarang Night Carnival 2017

Penampilan Peserta dari Thailand

Sayang nih foto-fotonya terbatas, gue pakai handphone buat dapetin foto-foto di sana.

Gue berusaha duduk di bagian depan panggung, membaur dengan wartawan yang belum gue kenal supaya gue dapet foto yang sama kerennya dengan wartawan yang waktu itu liputan. Walau fotonya enggak bagus-bagus amat nih, seenggaknya gue bisa nikmatin Semarang Night Carnival 2017 langsung dari depan panggung.

Nah, cukup dulu cerita dari event Semarang yang gue datengin tempo hari, semoga cerita ini enggak terlalu terlambat buat di-share.

Gue sih ngarepnya nanti bisa nonton Semarang Night Carnival 2018 😊

Pesona Semarang Night Carnival 2017, gue share ke temen-temen dan gue bawa kemana-mana, sampai ke sini, ibu kota, Jakarta.

Semarang Night Carnival 2017

Semarang Night Carnival 2017

Semarang Night Carnival 2017

Kostum tercantik di Semarang Night Carnival 2017 versi gue

Selamat jalan-jalan, jangan lupa cerita!

Advertisements

38 thoughts on “Pesona Semarang Night Carnival 2017 Sampai ke Ibu Kota, Jakarta

    1. Halo kak, makasih ya 🙂
      SNC digelar setiap minggu pertama ulang tahun Semarang mas, ulang tahunnya di tgl 2. Bisa jadi tahun depan di tgl 5 atau 12 Mei 2018.

      Like

    1. Halo Mas, eh, salah Mas.
      Berat kostumnya mulai dari 5-25 kg lho. Kalo mas yang pake bisa encok nih, apalagi kalau harus jalan kaki juga sampe 1,3 km kaya para peserta defile-nya.
      Apa Mas mau coba? :p

      Like

    1. Halo Mas Fajrin, soal acara jangan ditanya, seru banget 😀
      Apa lagi ini kali pertama saya nonton SNC hihi. Kapan ada waktu, harus balik ke Semarang lagi Mas sekalian jadwalin buat nonton SNC 2018.

      Iya, kenal sama daeng juga toh Mas?
      Kebetulan banget ketemu di sana waktu itu, beliau diundang jauh-jauh dari Makassar spesial buat join acara ini.

      Liked by 1 person

      1. Wah mudah”an tahun 2018 bisa nonton SNV deh Mbak.. Ya dulu sempat masuk di Grup WA nya MenduniakanMadura tapi sayangnya Daeng Ipul gak bisa ikutan FamTrip Madura tahun kemarin..

        Like

      2. haloo..halooo

        iyya waktu itu harusnya saya juga ke Madura ikut acaranya Menduniakan Madura, tapi koq ya pas banget bertepatan sama tugas ke Lombok hiks..

        mudah-mudahan umur masih panjang dan masih ada kesempatan ke Madura

        Like

      3. Halo Daeng, akhirnya suhu ini mampir juga ke rumahku, eh blogku, eh maksudnya blog rasa rumah 😆

        Amin, semoga ya Daeng, siapa tau nanti saya bisa ikutan ke Madura juga.

        Btw ini, ini dunia benar-benar tidak selebar daun kelor ya? Daeng dan mas Fajrin saling kenal ternyata.

        Like

    1. Halo Mbak Wati, hayooo kemana hayooo?
      Mungkin Mbak Wati lagi masak kali hihi

      Aku kebalikan, pas diajak nonton gladi bersih ga mau, maunya nonton pentas benerannya.

      Tahun depan kalo ada kesempatan, kita nonton SNC bareng ya Mbak 😊

      Like

    1. Halo Mbak Rini, iya acaranya meriah.
      Beruntungnya saya diajak temen buat nonton ini 😀

      Wah, sering ke Semarang toh Mbak?
      Walau kotanya kecil tapi tetep ramai ya. Saya seneng kalo ada di sana 😁

      Like

  1. Nggak sering, baru dua kali hehehe.

    Iya. Teman teman bilang ngapain ke Semarang, kota gitu. Tapi ternyata seru. Melihat kehidupan kota, hehehe. Karena di Jogja rumahnya di desa hahaha.

    Iya, saya belum beruntung nih nggak pas Semarang Night Festival.🙈

    Like

    1. Gapapa kota, yang penting sejarahnya ya Mbak 🙂

      Itu artinya kamu harus balik lagi Mbak, semoga nanti bisa nonton SNC 2018 ya, siapa tau bisa bareng kita hihi

      Like

      1. Uwaaaaaaaah! Ini yang seru hihi, makasih sekali buat tawarannya ya Mbak Rini 😊☺

        Pasti akan berkabar kalo ke Jogja, teman di sana jadi nambah lagi. Asik.

        Like

  2. wow wow wow, keren banget Mbak Liana. “Walau fotonya enggak bagus-bagus amat nih…. “, duh Mbak foto-fotonya justru bagus dan bikin pembaca jadi pengen ikutan nonton karnavalnya :’)
    Saya pernah beberapa kali ke Semarang namun cuma sebatas jenguk adik yang kebetulan kuliah disana. Abis baca ini rasa-rasanya tahun depan mau ngejadwalin jenguk adik bertepatan sama SNC 2018 nih kayaknya, hahaha :))

    Terima kasih atas ceritanya Mbak Liana, ditunggu cerita-cerita perjalanan lainnya ^^
    oya, ngomong-ngomong ini Ismi yang ikut A Walk To Museum kemarin Mbak, salam kenal 🙂

    Like

    1. Halo Mbak Ismi, ah makasih sekali 😊

      Akupun seneng banget punya kesempatan nonton langsung Mbak, ngebaur sama wartawan dan jongkok2 buat dapetin foto2 itu. Asik nih bisa bikin Mbak Ismi mau ke sana hihi

      Adik kuliah di universitas apa Mbak?
      Bisa jadi modus buat sering2 ke Semarang ya 😝

      Ayo ayo, jadwalin kalendernya tahun depan buat ikut SNC 2018 bareng Mbak 😊

      Like

      1. Perjuangan jongkok-jongkok tapi hasilnya memuaskan bgt pastinya, hehehe

        Adikku kebetulan kuliah di UNDIP Mbak, dan yap bisa modus gitu buat jalan2, hahaha
        Tapi gak juga sih, krn ngejenguk dlm waktu singkat jadi kadang gak bisa sekalian wari-wiri di Semarang

        Yuk mari, semoga tahun depan bisa liat SNC 2018 secara langsung, Amiin 🙂

        Like

      2. Yeaaay! hasil tidak pernah mengkhianati proses Mbak #tsah

        Kebetulan Semarang engga terlalu besar, seharian bisa keliling banyak tempat. Supaya bisa pergi ke banyak tempat di sana, siapin destinasi dari sekarang deh Mbak hihi

        Amin 🙂

        Like

  3. Busananya unik-unik dan fotonya cantik, membuat liputan Semarang Night Carnival dalam tulisan ini jadi tambah menarik. Kota Semarang sukses dengan agenda tahu nanya ini ya,Mbak. Ikut senang 🙂

    Like

    1. Terima kasih Mbak Evi 🙂

      Kerennya foto karena objeknya kece-kece, acaranya termasuk sukses. Senangnya bisa lihat langsung, tahun depan kalo ada kesempatan ikut nonton yuk Mbak 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s